Sunday, 20 September 2015

Watch!! Time is Money!!!!




Pada umumnya manusia itu tidak suka dengan “omong kosong” tapi mereka suka “disenangkan hatinya”
Ada beberapa orang yang melakukan omong kosong untuk menyenangkan hati orang lain, ketika sesuatu diketahui mereka menyebutnya “pembohong” dan memberi mereka “harapan-harapan” yang tidak terjadi.
Namun bagi saya harapan adalah sesuatu yang dilakukan manusia ketika mereka telah mencapai batasnya, selagi mereka belum mencapai batasnya berarti mereka meminta “belas kasihan”.
Sepenggal pengalaman aku selama tidak menulis di blog, kalau ngomongi manusia memang kompleks banget yaaa

Ada beberapa orang didekat kita tapi kita jauh lebih nyaman dengan orang lain, bukan karena mereka tidak baik mungkin lebih tepatnya mereka “terlalu baik” dan kita takut tidak tau bagaimana caranya membalas kebaikan itu sehingga kita lebih mencoba untuk membenci. Kalau dibilang benci enggak tapi ada beberapa orang yang memang merasa bingung harus bagaimana ketika ada orang yang terlalu baik pada kita namun kita tidak terlalu baik untuknya.
Dulu aku sempat mempertanyakan “kenapa orang harus berpisah sementara mereka baik-baik saja. Lama aku tidak menemukan jawabannya dan ketika aku memikirkan dengan keras “mungkin” mereka tidak tau bagaimana harus membalas kebaikan orang tersebut.
Ngomongin kebaikan orang ada banyak orang yang terlalu baik menurutku dan aku memang bingung harus bagaimana membalasnya. Ketika aku melakukan ini “aaahh setidaknya ini akan meringankan beban mereka”  sebagai wujud sedikit balasanku, namun terkadang apa yang kita pikirkan memang tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Dan sepertinya memang aku ini sedikit “lambat” mengerti sesuatu.
Sekitar tahun 2004 aku masih SD lupa kelas berapa yang aku ingat itu pertama kalinya aku belajar bahasa inggris. Dulu pelajaran bahasa inggris masih awal-awal soalnya belum masuk kurikulum di tempatku. Aku sangat menyukai hal baru karena itu aku sangat senang setiap ada pealajaran meskipun terkadang Cuma sebentar karena waktu itu Guru Bahasa Inggris itu baru beliau aja di kecamatan kami. Aku sangat menyukai Bahasa Inggris karena menurutku itu keren. Kemudian aku ikut les yang memang tidak aku ikuti dengan tertib karena kendala biaya.
Setelah itu kakak perempuanku tau kalau aku les bahasa Inggris dan mengirimku sebuah foto yang dibelakangnya sebuah kalimat Bahasa Inggris yang bertuliskan “Time is Money”. Yaah bagi aku yang masih SD apalah itu arti Cuma tebak-tebakan dari kakakku aja, kemudian setiap kakakku pulang dia selalu memberiku Jam Tangan. Sejak saat itu aku suka sekali pakai jam tangan, sayangnya aku ga jago rawat jam tangan, setiap baterainya habis aku beliin tapi kalau mati lagi aku biarin aja.
Tahun berganti tahun aku sudah lupa dengan bahasa Inggris dan Jam Tangan juga
Tapi aku masih sesekali pakai jam tangan kalau ada jam tangan yang masih hidup maksudnya ga mesti beli karena selalu dibeliin kakak dan kakak memang jarang pulang.
Setelah lulus SMK ada satu jam tangang yang terakhir kali dikasih kakakku, aku selalu pakai biar gampag liat jam. Tapi ga beberapa lama jam itu batareinya habis aku males beliin, lama-lama sayang juga ini jam terakhir yang dikasih kakak sejak dia pulang. Aku perbaiki Jam-nya dan beli jam baru sebagai Jam “serep” buat ganti-ganti dang a cepet rusak.
Sebelum lebaran kakak pulang setela sekian lama ga pulang dan kalian tau dia ngasih aku Jam lagi (?)
What ???? Jam lagi niiiih
Aku ga pernah nanya kenapa harus jam tapi aku pasti tau jawabannya “biar keren” atau “tinggal pakai aja ribet”
Aku mikiiiiiirrr keraaassss
OMG apa yang sudah aku lakukan selama ini, tidak ada progress Cuma gini-gini, OMG mungkin kakakku sangat kecewa padaku. Makna dari “Time is Money” dan Jam Tangan yang selalu dia berikan itu adalah “Jangan membuang-buang waktumu dengan sia-sia”.
Mungkin kakakku memang sengaja ngasih aja tanpa alasan namun seenggaknya aku tau maksudnya dan sangat lambat sekali aku menyadarinya. Aku memang banyak membuang-buang waktuku dengan sia-sia.
Setidaknya kakakku bukanlah orang suka omong kosong untuk menyenangkan hatiku, dia melakukan dengan tindakan dan tidak banyak bicara.
Mungkin aku disini tidak melakukan sesuatu yang hebat setidaknya ini adalah awal untuk menjadi sesuatu yang hebat.

No comments:

Post a Comment